Syracusebroadband.org – Iran menolak bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di tengah ancaman yang meningkat terkait blokade maritim di Selat Hormuz, menurut pernyataan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam komentarnya yang disampaikan melalui media sosial, Ghalibaf mengecam tindakan Presiden AS, Donald Trump, yang memberlakukan blokade, yang dianggap Iran sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.
Ghalibaf menyatakan bahwa upaya Trump untuk mengubah proses negosiasi menjadi “meja penyerahan diri” berpotensi merusak dialog yang seharusnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Iran telah mempersiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berakhir dalam waktu dekat.
Berdasarkan informasi yang berkembang, Trump mengumumkan bahwa perwakilan AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk menjajaki peluang negosiasi. Namun, Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keikutsertaannya, mendesak agar blokade segera dicabut. Sementara itu, AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal yang beraktivitas di pelabuhan Iran, menimbulkan ketegangan yang semakin meningkat.
Ancaman dari Trump juga semakin mencemaskan. Ia memperingatkan akan membidik infrastruktur Iran jika negara tersebut menolak untuk menerima syarat yang ditetapkan oleh Washington, menambah kekhawatiran seiring berakhirnya periode gencatan senjata yang dijadwalkan.
Pertemuan tingkat tinggi antara AS dan Iran baru-baru ini di Islamabad yang berlangsung pada awal bulan ini tidak menghasilkan kemajuan signifikan dalam hubungan diplomatik, yang telah terputus sejak 1979. Dalam situasi ini, pasar dan masyarakat internasional terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai potensi konfrontasi di kawasan tersebut.
![IRAN TEGASKAN TOLAK NEGOSIASI DENGAN AS JIKA DI BAWAH ANCAMAN | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/04/thumbs_b_c_21247b827c5e4ecd09764cee618c4f3e.jpg)