Syracusebroadband.org – Iran menegaskan tidak menginginkan konsesi dari Amerika Serikat (AS) terkait hubungan diplomatik dan sanksi yang telah diterapkan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat, menggarisbawahi bahwa Teheran hanya berfokus pada pemulihan hak-haknya dan pencabutan sanksi yang dinilai sangat merugikan.
Baghaei menekankan pentingnya penghentian tindakan kriminal yang dilakukan AS terhadap rakyat Iran dan menuntut agar sanksi yang sudah berlaku selama lima dekade terakhir segera dicabut. Ia juga meminta agar aset-aset Iran yang saat ini dibekukan dapat dibebaskan, sehingga tersedia untuk negara.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran, AS, dan Israel, setelah serangan yang dilakukan oleh kedua negara terhadap Iran pada bulan Februari lalu. Teheran membalas serangan tersebut melalui aksi militer terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Kendati gencatan senjata telah dilakukan sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, proses pembicaraan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang yang memuaskan. Presiden AS Donald Trump juga memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, walaupun tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
Baghaei menekankan bahwa tidak ada ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Iran baik di kawasan maupun dunia, serta mengkritik kebijakan blokade angkatan laut AS yang dianggapnya bertentangan dengan hukum internasional. Dalam konteks ini, Iran berharap agar AS segera mengambil langkah menyudahi blokade tersebut untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan kawasan.
![Iran Tegaskan Tidak Butuh Konsesi Dari AS | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/CnyztpE007042_20250520_PEPFN0A001.jpg)