Syracusebroadband.org – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengungkapkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi komitmen yang disepakati dalam perjanjian pada bulan Juni serta memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh Teheran.
Pernyataan ini disampaikan Qalibaf dalam sebuah pertemuan dengan anggota parlemen dan berlangsung di Teheran pada hari Jumat. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz merupakan langkah strategis untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional Iran di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudera Hindia, di mana sebagian besar pasokan minyak dunia melintasinya. Keputusan ini juga terindikasi sebagai respon terhadap kebijakan Amerika yang dianggap merugikan kepentingan Iran. Qalibaf menekankan pentingnya Iran untuk mendapatkan jaminan dari AS serta menuntut agar negara tersebut menghormati perjanjian yang telah ditandatangani.
Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait program nuklir Iran dan sanksi yang dijatuhkan oleh AS. Penutupan Selat Hormuz dapat berdampak signifikan terhadap pasar energi global dan mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara yang bergantung pada ekspor minyak dari kawasan tersebut.
Jika Amerika Serikat ingin meredakan ketegangan, Qalibaf menegaskan perlunya langkah konkret untuk memenuhi semua komitmen yang telah dibuat. Ia juga mengajak negara-negara lain untuk berpihak pada hak Iran dan secara bersamaan menekankan mengenai pentingnya stabilitas di kawasan. Keputusan tegas ini mencerminkan posisi tegas Iran dalam menghadapi intervensi asing dan berusaha mempertahankan kedaulatan nasionalnya.