Site icon syracusebroadband.org

Indonesia Siap Olah Surplus Solar Jadi Avtur untuk Hentikan Impor

[original_title]

Syracusebroadband.org – Indonesia berencana untuk memanfaatkan surplus solar dalam negeri untuk memproduksi avtur, sebuah langkah strategis untuk menghentikan impor bahan bakar tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan hal ini dalam acara peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 yang berlangsung di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, pada hari Kamis.

Bahlil menjelaskan, surplus solar yang diperkirakan mencapai 3–4 juta kiloliter ini akan menjadi bahan baku untuk avtur, yang memiliki karakteristik mirip dengan solar. Saat ini, Kementerian ESDM dan Pertamina tengah menyusun peta jalan untuk membangun industri avtur di Indonesia, dengan target pembangunan pabrik avtur dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026.

Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama setelah penerapan mandatori biodiesel B50 yang diharapkan dapat menghasilkan surplus solar. Kilang Balikpapan yang beroperasi di Kalimantan Timur juga berperan penting, dengan kapasitas produksi mencapai 5,6 juta kiloliter.

Tak hanya avtur, Bahlil juga menyatakan ambisi untuk memproduksi bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 di dalam negeri, sehingga Indonesia dapat sepenuhnya mandiri dalam sektor energi tanpa ketergantungan pada impor. Dalam pernyataannya, ia bertekad untuk membawa semua industri energi kembali ke dalam negeri dan mengurangi potensi spekulasi terkait impor.

Pernyataan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kedaulatan energi nasional. Implementasi program biodiesel B50 diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun dan mengurangi ketergantungan pada impor solar.

Exit mobile version