Site icon syracusebroadband.org

IHSG Turun 4,5 Persen, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

[original_title]

Syracusebroadband.org – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan melemah pada Senin sore, mengakhiri perdagangan di posisi 5.342,14 setelah turun sebanyak 252,63 poin atau 4,52 persen. Melemahnya IHSG ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif baik dari domestik maupun global.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa tekanan jual berlanjut disebabkan hilangnya kepercayaan investor domestik serta peningkatan ketegangan geopolitik. Konflik antara Iran dan Israel menambah risiko yang mengancam gencatan senjata, mendorong harga minyak mentah naik lebih dari empat persen, yang berpotensi meningkatkan inflasi dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Dinamika ini juga berimbas pada ekspektasi pasar, di mana pelaku pasar memperkirakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mengambil langkah hawkish dalam kebijakan moneternya hingga akhir tahun.

Seluruh sektor di pasar saham Indonesia mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam sebesar 6,47 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi serta logistik yang masing-masing turun 6,00 persen dan 5,43 persen. Di sisi lain, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain GRIA, FORU, dan ASPR, sementara pelemhan yang signifikan terjadi pada saham ENAK, PTSN, dan GPSO.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.215.560 transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 32,52 miliar lembar saham senilai Rp21,74 triliun. Dari 1.510 saham yang diperdagangkan, 78 saham tercatat naik, 661 saham melemah, dan 771 saham tidak bergerak. Pergerakan pasar Asia juga cenderung melemah, mencerminkan dampak negatif dari situasi global yang tengah meningkat.

Exit mobile version