Syracusebroadband.org – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mengalami penguatan yang signifikan, ditutup 74,46 poin atau 1,14 persen lebih tinggi, mencapai level 6.599,94. Kenaikan ini juga diiringi dengan pertumbuhan indeks LQ45, yang melesat 10,58 poin atau 1,64 persen menjadi 654,41.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG ini didorong oleh sentimen positif terkait kredibilitas fiskal pemerintah. Hal ini terlihat dari target defisit anggaran yang diproyeksikan sebesar 2,40 persen pada 2027. Selain itu, realisasi anggaran hingga Juli 2026 menunjukkan kinerja yang solid, dengan pendapatan negara bertumbuh 21,3 persen year on year (yoy) dan belanja meningkat 18,2 persen yoy.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data inflasi yang menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,21 persen month to month (mtm) untuk periode Agustus 2026, sementara inflasi tahunan tercatat 3,19 persen yoy, berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) yang ditetapkan sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Surplus neraca perdagangan yang tercatat sebesar 120 juta dolar AS pada Juli 2026, setelah sebelumnya defisit pada Juni, juga diharapkan dapat mendukung stabilitas pasar keuangan.
Namun, aktivitas sektor manufaktur mengalami penurunan, tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang turun menjadi 49,8 pada Agustus 2026, dari 50,2 pada bulan sebelumnya. Nico menegaskan bahwa hal ini dapat diatasi melalui konsistensi kebijakan moneter dan sinergi antara BI dan pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Kenaikan IHSG ini menegaskan optimisme pasar terhadap perekonomian domestik di tengah berbagai tantangan.
![IHSG Menguat Sejalan Stabilitas Data Ekonomi Domestik | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/09/antarafoto-ihsg-ditutup-menguat-10012-poin-1786715430.jpg)