Site icon syracusebroadband.org

IHSG Diprediksi Capai 7.500, Samuel Sekuritas Kaji Harga Minyak

[original_title]

Syracusebroadband.org – PT Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 7.500 pada tahun 2026. Proyeksi ini dipengaruhi oleh tingginya harga minyak mentah global serta tekanan pada nilai tukar rupiah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Riset Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, dalam acara Media Connect yang berlangsung di Jakarta pada hari Kamis.

Dalam skenario dasar yang menjadi acuan, IHSG diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pendapatan (earnings growth) sebesar 2 persen tahun ini, dengan rasio harga terhadap pendapatan (P/E) pada level 12,3 kali dan laba per saham (EPS) mencapai 606,7. Sementara untuk skenario bearish, IHSG diproyeksikan akan berada di angka 6.300, mencerminkan pertumbuhan pendapatan negatif sebesar 3 persen dan P/E 10,9 kali dengan EPS di level 577.

Prasetya juga menjelaskan skenario optimis, merekomendasikan kemungkinan IHSG bisa menyentuh titik 8.000, menunjukkan pertumbuhan pendapatan 5 persen dengan P/E pada angka 12,9 kali dan EPS di level 624,6. Aspek makro domestik, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah, sangat berpengaruh terhadap proyeksi ini, di mana skenario dasar mengasumsikan tingkat nilai tukar pada Rp17.500 per dolar AS.

Lebih jauh, Prasetya menegaskan, jika kurs USD/IDR berada di atas Rp18.000, sektor seperti barang konsumen dan perbankan akan merasakan dampak negatif. Pada penutupan perdagangan hari Kamis, IHSG ditutup menguat 81,85 poin atau 1,15 persen di posisi 7.174,32. Sedangkan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 11,03 poin atau 1,62 persen menjadi 693,79.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.675.918 kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp23,19 triliun. Sebanyak 361 saham mengalami kenaikan, sementara 295 saham menurun dan 160 saham lainnya tetap tidak bergerak.

Exit mobile version