Syracusebroadband.org – Erupsi Gunung Fuego di Guatemala telah mencapai puncak intensitas, memaksa lebih dari 1.400 warga di area sekitarnya untuk mengungsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat ini mengakibatkan awan panas dan abu yang menyebar ke daerah luas, dengan pihak berwenang mengingatkan masyarakat tentang potensi bahaya yang mengancam.
Gunung yang terletak sekitar 50 kilometer barat daya dari Guatemala City tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kegiatan vulkanik sejak hari Senin lalu. Badan Penanggulangan Bencana Guatemala (Conred) mencatat bahwa lebih dari 29.000 orang terkena dampak dari hujan abu yang merusak 18 komunitas dan menyebabkan pemantauan yang ketat terhadap kondisi udara.
Direktur Institut Nasional Seismologi, Volkanologi, Meteorologi, dan Hidrologi, Edwin Rojas, mencatat bahwa abu vulkanik telah mencapai ketinggian lebih dari 5.000 meter dan menyebar hingga 120 kilometer. “Aktivitas di Gunung Fuego saat ini berada dalam fase eksplosif yang berisiko,” ungkap Rojas dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa.
Di beberapa wilayah kritis, status siaga merah telah diterapkan, mendorong penduduk untuk berpindah ke tempat pengungsian. Meski upaya evakuasi dilakukan melalui pendekatan rumah ke rumah, Ogaldes dari Conred menekankan bahwa undang-undang yang ada tidak memaksa masyarakat untuk meninggalkan rumah mereka.
Menyusul situasi ini, pemerintah juga menutup akses ke Gunung Acatenango dan jalur utama menuju kota Alotenango sebagai langkah pencegahan lebih lanjut. Sementara itu, kegiatan sekolah di area yang terdekat turut dihentikan sementara hingga situasi kembali aman. Pemantauan aktivitas vulkanik akan terus dilakukan dalam kurun waktu 72 jam ke depan untuk menilai situasi yang sedang berlangsung.
![Gunung Fuego di Guatemala Meletus, Ribuan Warga Dievakuasi | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/08/1785885296_56243faffb4562345124.jpg)