Syracusebroadband.org – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) baru-baru ini melakukan pertemuan tertutup dengan Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, untuk membahas RUU Polri yang baru saja disahkan menjadi undang-undang oleh DPR. Pertemuan ini berlangsung pada hari Senin, 22 Juni 2026, di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam diskusi tersebut, Laode M. Syarief, salah satu anggota GNB, mengungkapkan keprihatinan mengenai proses legislasi yang dianggap minim konsultasi publik. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan. “Proses pembuatan legislasi saat ini hampir tanpa konsultasi publik yang memadai,” ungkap Laode setelah pertemuan.
RUU Polri yang menjadi topik perbincangan ini memiliki banyak implikasi bagi struktur dan fungsi kepolisian di Indonesia. Dengan adanya kekhawatiran dari beberapa tokoh GNB, diskusi ini menarik perhatian mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam pembentukan undang-undang.
Pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Megawati dan tokoh-tokoh masyarakat, serta anggota GNB lainnya. Selain membahas isu RUU Polri, diskusi tersebut juga mencakup berbagai topik lain yang relevan dengan kondisi sosial-politik saat ini.
Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran GNB dalam dialog publik dapat menjadi sinyal positif untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses legislatif di Indonesia. Diharapkan, melalui forum-forum seperti ini, ada peningkatan kesadaran dan keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
![GNB Diskusikan RUU Polri dalam Pertemuan dengan Megawati | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/06/gnb-bahas-ruu-polri-saat-bertemu-megawati-emj.jpg)