Syracusebroadband.org – Puluhan pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas keterlambatan pembayaran gaji dari kontraktor. Aksi tersebut berlangsung di Jalan Guntung Harapan sejak Sabtu, 23 Mei 2023, dan memicu ketegangan di lokasi proyek.
Para pekerja mengaku belum menerima gaji selama sebulan terakhir, meskipun mereka telah bekerja ekstra untuk memenuhi target penyelesaian bangunan. Hari, salah satu mandor dari PT Ajisaka, sub-kontraktor yang terlibat, menjelaskan bahwa belum ada negosiasi formal yang dilakukan dengan PT SBS, kontraktor utama proyek tersebut. Ia menambahkan bahwa pihak kontraktor belum melakukan pencairan dana, yang menjadi penyebab keterlambatan pembayaran gaji.
Kasiani, mandor lainnya, juga menyampaikan bahwa sebagian pekerja memilih berhenti sementara, sementara sisanya tetap melanjutkan aksi mogok. “Kami terus didesak pekerja untuk memenuhi hak mereka, terutama menjelang Idul Adha yang akan datang,” ujarnya.
Di sisi lain, Willy Subagyo, komisaris PT SBS, menyatakan bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban pembayaran kepada PT Ajisaka. Ia bahkan mengklaim adanya kelebihan bayar sebesar Rp2 miliar untuk proyek di Banjarbaru dan Lampung. Namun, situasi di lokasi proyek tetap tegang, dengan banyak pekerja yang merasa kecewa karena belum mendapatkan kepastian mengenai gaji mereka.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Sosial atau instansi terkait di Pemerintah Kota Banjarbaru mengenai konflik ini. Para pekerja berharap adanya mediasi segera agar hak-hak mereka dapat dipenuhi sebelum hari raya, mengingat kerja keras yang telah mereka lakukan selama ini.
![Gaji Tak Dibayar, Ratusan Pekerja Sekolah Rakyat Banjarbaru Mogok | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/1779666246_8c40d5d7f29fab1e270f-scaled.jpg)