Syracusebroadband.org – Ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS hingga September 2026, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh komoditas nikel, lemak dan minyak baik hewani maupun nabati, serta bahan bakar mineral.
Selama periode January-September 2026, total nilai ekspor Indonesia mencapai 221,23 miliar dolar AS, meningkat 5,58 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas menyumbang 212,27 miliar dolar AS, yang juga mengalami kenaikan sebesar 6,30 persen, sedangkan ekspor migas tercatat 8,96 miliar dolar AS, mengalami penurunan 9,11 persen. Sektor industri pengolahan berperan signifikan dalam pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan 8,93 persen.
Selain China, negara lain yang mengalami peningkatan ekspor nonmigas dari Indonesia adalah Amerika Serikat, India, dan kawasan ASEAN. Namun, ekspor ke Uni Eropa dan beberapa negara lainnya mengalami penurunan. Di sisi impor, Indonesia mencatatkan nilai impor sebesar 210,63 miliar dolar AS pada periode yang sama, meningkat 19,67 persen dengan impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS.
Tiga negara utama asal impor nonmigas adalah China, Jepang, dan Australia, yang berkontribusi hingga 52,94 persen dari total impor nonmigas. Pada September 2026, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan barang sebesar 3,36 miliar dolar AS, didorong oleh surplus perdagangan nonmigas yang mencapai 5,67 miliar dolar AS. Namun, sektor migas masih mengalami defisit sebesar 2,31 miliar dolar AS.
![Ekspor Nonmigas Indonesia ke China Sentuh 54,17 Miliar Dolar AS | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/11/CjkinzN000030_20261102_CBMFN0A001.jpeg)