Syracusebroadband.org – Penelitian di stasiun luar angkasa China Tiangong diharapkan dapat menjelaskan mekanisme regulasi metabolisme sel hati dan menyajikan metode baru dalam pengobatan penyakit perlemakan hati. Eksperimen tersebut berlangsung selama tujuh hari dan berfokus pada efek mikrogravitasi terhadap metabolisme lipid.
Li Ning, peneliti dari Institut Mekanika Akademi Ilmu Pengetahuan China, menjelaskan bahwa lingkungan mikrogravitasi menciptakan kondisi unik yang memengaruhi fungsi metabolik sel hati, atau hepatosit. Hati, sebagai organ penting, memiliki lingkungan mikro mekanis yang kompleks, dan pada penyakit seperti fibrosis dan perlemakan hati, terjadi perubahan dalam faktor-faktor ini.
Penelitian menunjukkan bahwa tegangan geser fluida merupakan faktor utama yang menyebababkan gangguan metabolisme lipid. Pada kondisi normal, aliran darah melalui pembuluh hepatik menjaga homeostasis metabolik, namun dalam mikrogravitasi, redistribusi cairan tubuh menyebabkan penurunan aliran darah ke hati. Hal ini mengurangi efek mekanis aliran darah, menyebabkan akumulasi lemak dalam sel.
Dalam eksperimen yang menyertakan kultur hepatosit, peneliti merancang tiga kondisi berbeda untuk mengamati bagaimana tegangan geser mempengaruhi fungsi metabolik. Hasil menunjukkan bahwa mikrogravitasi dapat mengaktifkan protein SREBP, yang meningkatkan akumulasi lipid, sedangkan aliran darah menghambat proses ini.
Pengukuran dilakukan secara real-time, dengan pencitraan mikroskopis untuk memantau pertumbuhan sel. Setelah eksperimen, sampel disimpan untuk analisis lebih lanjut dan akan dibawa kembali ke Bumi pada paruh kedua tahun ini. Analisis mendalam terhadap data tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan terapi untuk penyakit perlemakan hati.
![Eksperimen Stasiun Antariksa China Usulkan Metode Baru Obati Hati | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/06/CjkinzN000024_20260609_CBMFN0A001.jpg)