Site icon syracusebroadband.org

China Harap Konflik Timur Tengah Berakhir Saat Idul Fitri

[original_title]

Syracusebroadband.org – Pemerintah China telah meminta penghentian segera konflik yang terjadi di Timur Tengah, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa kekerasan bukanlah solusi masalah dan dapat menghasilkan kebencian baru. Ia menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat konflik menghentikan operasi militer dan menghindari situasi yang lebih parah.

Hari Raya Idul Fitri dirayakan pada tanggal 20 Maret 2026 oleh sebagian umat Islam, sementara sebagian lainnya merayakannya pada 21 Maret. Lin Jian menyoroti bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tidak hanya mengganggu perdamaian regional, namun juga berdampak negatif pada ketersediaan energi, stabilitas perdagangan, serta pengiriman di seluruh dunia.

Sejak serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.300 korban jiwa, Iran kembali membalas melalui serangan udara ke berbagai target, termasuk Israel dan negara-negara tetangga yang mendukung Amerika. Serangan ini telah menyebabkan kerusakan signifikan dan mengganggu pasar global.

Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran akan melakukan balasan bila infrastruktur mereka diserang. Di sisi lain, situasi di Lebanon juga semakin memprihatinkan dengan serangan Israel yang meningkat. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat konflik tersebut sejak awal Maret.

Dalam hal keamanan, Israel melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa dengan alasan situasi yang tidak kondusif. Namun, masyarakat Palestina tetap berusaha untuk melaksanakan salat secara simbolis di dekat kompleks masjid tersebut. China berkomitmen untuk terus melakukan mediasi guna mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan yang tengah terguncang ini.

Exit mobile version