Site icon syracusebroadband.org

CANDAN PURBAYA: UTANG WHOOSH 80 TAHUN DISENTIL JIMLY

[original_title]

Syracusebroadband.org – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menciptakan kontroversi dengan candaan mengenai beban utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang akan diwariskan hingga 80 tahun ke depan. Pernyataan tersebut mendapat tanggapan kritis dari Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Jimly menilai bahwa etika kepantasan seorang pejabat publik seharusnya mendorong mereka untuk tidak sembarangan dalam berbicara. Dalam cuitan di media sosial pada 10 September 2026, ia menyatakan, “Sebagai pejabat resmi, sebaiknya tidak melempar beban tanggung jawab ke generasi mendatang tanpa rasa bersalah.” Pernyataan tersebut disertai dengan cuplikan video yang menunjukkan pernyataan Purbaya, yang selanjutnya memicu beragam respon dari pengguna media sosial.

Netizen merespons dalam berbagai bentuk; beberapa membela Menkeu, sementara yang lain sepakat dengan kritik yang dilontarkan Jimly. Dalam konteks ini, candaan Purbaya sepertinya menggambarkan ketidakpahaman tentang implikasi jangka panjang dari kebijakan utang, terutama dalam konteks keuangan publik dan dampaknya bagi masa depan generasi yang akan datang.

Isu utang proyek ini menjadi semakin relevan, mengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Pengawasan dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh seperti Jimly, menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa keputusan bermasalah dapat dihindari. Dengan meningkatnya kesadaran publik mengenai utang, diharapkan komunikasi yang lebih berhati-hati dapat mengurangi risiko kesalahpahaman dan menjaga integritas para pemimpin publik.

Exit mobile version