Syracusebroadband.org – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah resmi mengukuhkan lima profesor riset baru yang memiliki kepakaran di bidang biomaterial, perlindungan tanaman, kebijakan kelapa sawit, bioteknologi laut, serta manajemen sumber daya udara. Pelantikan ini berlangsung dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset yang dipimpin oleh Kepala BRIN, Arif Satria, di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Arif Satria menyampaikan bahwa gelar profesor adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar, dan bukan merupakan akhir dari perjalanan akademik. Dia menekankan pentingnya peran profesor untuk terus belajar, melakukan riset, dan berfungsi sebagai teladan bagi generasi peneliti yang lebih muda. Lima profesor yang dilantik antara lain I Nyoman Jujur, Muhammad Yasin, Delima Hasri Azahari, Ratih Pangestuti, dan Yayan Apriyana.
Arif menjelaskan bahwa riset dalam bidang biomaterial memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam sektor kesehatan dan pertahanan. Dia memberikan contoh pengembangan produk seperti helm dan rompi antipeluru yang berasal dari limbah sawit. Selain itu, penelitian mengenai bibit unggul tahan hama merupakan langkah penting untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Riset di bidang bioteknologi laut juga tidak kalah signifikan, membuka peluang bagi transformasi mikroalga menjadi produk bernilai tinggi yang relevan dengan kebutuhan pangan dan kesehatan. Arif berharap, setiap riset yang dilakukan dapat berkontribusi pada ketahanan kesehatan nasional, terutama mengingat 90% obat-obatan di Indonesia masih bergantung pada impor. Dengan demikian, peran para ahli menjadi sangat penting dalam mengidentifikasi potensi sumber daya lokal baik dari darat maupun laut, untuk meningkatkan kedaulatan kesehatan di Indonesia.
![BRIN Resmi Lantik Lima Profesor Riset Baru Dukung Inovasi Nasional | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260415_144200.jpg.jpeg)