Site icon syracusebroadband.org

BEI Sarankan Investor Cermat Atur Strategi Saat IHSG Koreksi

[original_title]

Syracusebroadband.org – Para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi koreksi signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Imbauan ini disampaikan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, pada hari Senin, 18 Mei 2026. Jeffrey menyarankan agar investor lebih fokus pada analisis yang cermat serta pengaturan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

IHSG tercatat melemah 124,08 poin atau 1,85 persen, berada di level 6.599,24 pada penutupan perdagangan. Memasuki perdagangan sesi pertama, IHSG sempat merasakan penurunan lebih mendalam, mencapai 320,76 poin atau 4,77 persen. Jeffrey menyebutkan bahwa ketidakpastian yang mengusik pasar saham tidak hanya disebabkan oleh faktor domestik, tetapi juga sentimen dari pasar global yang lebih luas, termasuk bursa saham Asia yang mengalami koreksi.

Kondisi ini diperburuk oleh isu geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak, yang dapat memicu tren suku bunga tinggi dan inflasi global. Jeffrey menekankan bahwa meski pasar saham Indonesia berfungsi dalam koridor yang sama dengan tren global, tingkat ketidakpastian di Indonesia masih cukup tinggi.

Selama perdagangan, tercatat frekuensi transaksi saham mencapai 2.570.311 kali dengan total nilai perdagangan mencapai Rp20,71 triliun. Dari 31,99 miliar lembar saham yang diperdagangkan, sebanyak 125 saham mengalami kenaikan, sementara 616 saham turun dan 79 saham tidak menunjukkan perubahan.

Dalam situasi seperti ini, Jeffrey mengimbau seluruh investor untuk tetap memperhatikan fundamental perusahaan dan bersikap tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Exit mobile version