Syracusebroadband.org – Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia, Aleksandr Bortnikov, baru-baru ini mengungkapkan bahwa badan intelijen Barat tengah mempersiapkan militan Suriah sebagai kekuatan proksi dalam konflik melawan Iran. Pengakuan ini disampaikan dalam pertemuan pimpinan keamanan dari Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang berlangsung di Wilayah Irkutsk, Rusia, pada Selasa lalu.
Bortnikov menegaskan bahwa sejumlah militan yang pernah bergabung dengan ISIS dan kelompok bersenjata lainnya kini sedang dipindahkan dari fasilitas penahanan di Suriah ke kamp-kamp khusus di Irak. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa operasi ini tidak hanya berdampak di Timur Tengah, tetapi juga dapat mengancam stabilitas negara-negara anggota CIS.
Dalam pernyataannya, Bortnikov mengaitkan pergerakan militan ini dengan sejarah munculnya ISIS, yang dimulai dari penjara Irak yang berada di bawah pengawasan badan intelijen koalisi Barat. Ia memperingatkan bahwa situasi ini dapat mengulangi pengalaman pahit yang pernah terjadi sebelumnya, di mana para militan tersebut, termasuk individu dari negara-negara CIS, telah terlibat dalam konflik bersenjata sebelum ditangkap dan kini berpotensi kembali aktif.
Langkah ini menciptakan ketegangan baru di kawasan, terutama karena situasi keamanan yang rawan. Bortnikov menyebut pentingnya kerjasama antar negara untuk menghadapi ancaman ini, mengingat potensi dampaknya yang luas. Dalam konteks ini, peran negara-negara dalam CIS menjadi sangat krusial untuk menjaga keamanan regional dan mencegah penyebaran ekstremisme yang lebih luas.
![Barat Siapkan ISIS Suriah untuk Perang Melawan Iran | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/kepala-fsb-rusia-barat-akan-kerahkan-isis-suriah-dalam-perang-melawan-iran-yep.jpg)