Syracusebroadband.org – Tumpukan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, menjadi sorotan publik, mirip dengan situasi yang terjadi di Bireuen, Aceh. Meskipun berbagai paket bantuan, termasuk bahan kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai, terus berdatangan, banyak warga yang masih menunggu uluran tangan pemerintah pascabencana.
Gedung Nasional Tarutung kini berfungsi sebagai pusat penampungan bantuan logistik. Ribuan warga masih memerlukan bantuan setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, Budiman Gultom, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan masih menunggu rampungnya pendataan korban di berbagai wilayah yang terdampak.
“Bantuan yang tersedia meliputi bahan pokok, pakaian layak pakai, serta kebutuhan mendesak lainnya. Namun, kami perlu memastikan akurasi data untuk menghindari kesalahan dalam penyaluran bantuan,” ungkap Gultom pada Rabu (14/1). Ia menekankan pentingnya pendataan yang tepat agar setiap korban mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan mereka di lapangan.
Sementara itu, warga terdampak berharap proses distribusi bantuan dapat dipercepat. Beberapa di antara mereka masih tinggal di lokasi pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan sehari-hari. Gultom menyatakan harapannya agar pendataan segera selesai, sehingga distribusi bantuan bisa dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Pelaksanaan bantuan yang efisien menjadi harapan bagi masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana ini.
![Bantuan Korban Banjir dan Longsor Menumpuk di Taput | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/01/1768373486_5cda6ff4083a821be3db.jpg)