Site icon syracusebroadband.org

Bank Sentral Korsel: AI Dapat Ancam Pekerjaan Masa Depan

[original_title]

Syracusebroadband.org – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Korea Selatan telah membawa risiko signifikan terhadap lapangan kerja kaum muda, berdasarkan laporan terbaru dari Bank of Korea (BOK) yang dirilis pada Selasa (18/8). Laporan tersebut menyatakan bahwa terdapat penurunan mencolok dalam jumlah pekerjaan yang tersedia untuk generasi muda di sektor-sektor yang memiliki paparan tinggi terhadap teknologi AI.

Dalam empat tahun terakhir, sebanyak 285.000 lapangan kerja bagi kaum muda telah hilang, di mana 94 persen atau sekitar 268.000 pekerjaan yang dihapus berasal dari industri dengan tingkat paparan AI yang tinggi. Sektor layanan informasi mengalami penurunan paling tajam, yakni 31,4 persen, diikuti oleh sektor penerbitan dan pemrograman komputer yang masing-masing turun sebesar 27,4 persen dan 16,6 persen.

Sementara itu, di sisi lain, lapangan kerja untuk pekerja berusia 50-an justru mengalami peningkatan, menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin lebar antar generasi calon pekerja. Laporan tersebut menekankan bahwa dampak dari penerapan AI sangat bergantung pada cara teknologi tersebut digunakan. Otomatisasi yang menggantikan peran manusia menjadi faktor utama penurunan lapangan kerja bagi kaum muda.

Sebaliknya, ketika AI digunakan sebagai alat bantu atau untuk meningkatkan produktivitas pekerja, dampak negatif terhadap rekrutmen tenaga kerja muda cenderung lebih minimal. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan perusahaan dalam mengadopsi AI—apakah akan menggantikan atau mendukung kinerja manusia—menentukan nasib lapangan kerja di masa depan. Dengan demikian, penting bagi pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi yang berkelanjutan agar tenaga kerja muda tetap memiliki peluang di era kecerdasan buatan yang terus berkembang.

Exit mobile version