Syracusebroadband.org – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun roadmap untuk pengimplementasian E10 dan E20, yaitu campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) dengan kandungan 10-20%. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya untuk produk bertingkat oktan tinggi, atau RON 90 ke atas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa semua jenis BBM dengan RON di atas 90 akan diupayakan agar dapat diproduksi secara mandiri dalam negeri. “Ujungnya kita akan mengimpor hanya dua jenis, yaitu crude dan RON 90,” ungkap Laode saat ditemui di Jakarta pada Rabu (14/1/2025).
Penggunaan campuran etanol ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Saat ini, Indonesia sudah memiliki produk BBM seperti Pertamax Green yang mengandung etanol 5%. Ke depan, produk BBM dengan oktan tinggi seperti Pertamax Turbo juga akan mulai dicampur dengan etanol, sesuai dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan komposisi biofuel dalam penggunaan energi.
Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap penyediaan energi berkelanjutan di Indonesia sambil meningkatkan performa kendaraan. Masyarakat pun diharapkan untuk bersiap menghadapi perubahan ini, yang direncanakan akan diberlakukan pada tahun 2026.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat lebih mandiri dalam penyediaan bahan bakar sekaligus mewujudkan target pengurangan penggunaan energi fosil dalam jangka panjang.
![Aturan BBM Campur Etanol 10-20% Hanya untuk RON 90 ke Atas | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/01/aturan-bbm-campur-etanol-1020-digodok-hanya-untuk-ron-90-ke-atas-uve.jpg)