Syracusebroadband.org – Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan armada perangnya untuk kemungkinan serangan terhadap Iran. Hal ini terjadi di tengah stagnasi dalam negosiasi terkait program nuklir dan produksi rudal balistik Iran. Sumber terbuka menunjukkan bahwa militer AS telah meningkatkan penumpukan perangkat keras militer di Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir, termasuk penerbangan pengawasan yang hampir konstan dan pengiriman muatan kargo melalui puluhan pesawat militer seperti C-17 dan C-5 ke pangkalan-pangkalan di kawasan tersebut.
Pergerakan signifikan dalam kekuatan militer AS terlihat dengan kedatangan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab bagian utara. Gugus ini terdiri dari tiga kapal perusak berpeluru kendali dan skuadron udara yang mencakup berbagai pesawat tempur seperti F/A-18E Super Hornet dan F-35C Lightning II. Selain itu, Angkatan Laut AS juga mengerahkan tiga kapal perusak lainnya, yaitu USS Delbert D. Black, USS McFaul, dan USS Mitscher, yang beroperasi terpisah dari gugus tempur ini.
Dalam upaya untuk mencegah tindakan agresif dari Iran, AS juga telah menyiapkan sistem pertahanan udara tambahan, termasuk Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem rudal Patriot yang terlihat dikerahkan di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Sistem-sistem ini menjadi krusial sebagai langkah antisipasi jika Iran merespons serangan dengan menyerang aset militer AS atau sekutu di kawasan tersebut.
Meningkatnya ketegangan ini mencerminkan kekhawatiran AS akan potensi ancaman dari Iran, mendorong penempatan militer yang lebih besar di wilayah tersebut untuk memastikan keamanan dan kestabilan.
![AS Siapkan 7 Armada Perang untuk Potensi Serangan ke Iran | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/01/7-armada-perang-as-yang-siap-digunakan-untuk-menyerang-iran-afk.jpg)