Syracusebroadband.org – Amerika Serikat menghentikan Operasi Epic Fury dan mengubahnya menjadi Operasi Economic Fury, sejalan dengan pengumuman proyek baru yang disebut Proyek Kebebasan oleh Presiden AS pada akhir pekan lalu. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menciptakan kondisi lebih aman bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan pengawalan dari aset angkatan laut dan udara.
Rubio menjelaskan, tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk memulihkan kebebasan navigasi di kawasan yang strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa apabila Iran melakukan serangan terhadap aset AS atau kapal komersial, Amerika Serikat berhak menggunakan kekuatan mematikan sebagai respons. Dia juga menuduh Iran sebagai penyebab kerusakan ekonomi di kawasan, dan menekankan bahwa AS berkomitmen untuk membantu negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz.
Dalam konteks diplomatik, Rubio menyampaikan bahwa utusan Timur Tengah, Jared Kushner dan Steve Witkoff, terus berupaya untuk melakukan dialog dengan Iran. Ia berharap Iran dapat membuat konsesi guna melanjutkan pembicaraan yang lebih produktif.
Rubio juga menegaskan harapannya agar Selat Hormuz dapat kembali berfungsi normal seperti sebelumnya. Menurutnya, ini penting untuk stabilitas ekonomi dan politik di wilayah tersebut. Melalui langkah-langkah ini, AS berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pelayaran internasional dan mendorong dialog untuk menyelesaikan ketegangan yang ada.
![AS Hentikan Operasi Epic Fury, Fokus Normalisasi Selat Hormuz | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/05/5-alasan-as-hentikan-operasi-epic-fury-salah-satunya-selat-hormuz-ingin-kembali-normal-jzn.jpg)