Site icon syracusebroadband.org

AS dan Israel Serang 30 Kampus di Iran Sejak Perang Dimulai

[original_title]

Syracusebroadband.org – Serangan terhadap universitas di Iran meningkat, dengan fokus terbaru pada Institut Penelitian Laser dan Plasma di Universitas Shahid Beheshti, yang terkena bom oleh pesawat tempur Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 3 April 2026. Insiden ini menjadi bagian dari pola serangan terhadap situs sipil yang dilakukan oleh keduanya dalam konflik yang terus berlangsung dengan Iran.

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan ini, berkat keputusan pemerintah Iran yang memindahkan seluruh kelas ke pembelajaran daring untuk mencegah penularan. Meskipun demikian, beberapa asrama di dekat lokasi mengalami kerusakan. Serangan ini dinilai sebagai tindakan yang lebih dari sekadar militer, dengan membawa dampak negatif terhadap lingkungan akademis dan ilmiah di negara tersebut.

AS dan Israel belum menyampaikan alasan resmi terkait serangan ini, namun diketahui bahwa Mohammad Mehdi Tehranchi, seorang fisikawan teoretis terkemuka dan mantan direktur laboratorium di universitas tersebut, tewas dalam serangan pembuka konflik 12 hari yang diluncurkan Israel pada Juni lalu. Universitas Shahid Beheshti menyatakan, “Tindakan permusuhan ini tidak hanya menargetkan keamanan akademisi, tetapi juga memengaruhi hak untuk berekspresi dan berkegiatan ilmiah.”

Menteri Sains, Penelitian, dan Teknologi Iran, Hossein Simaei Saraf, memberikan pernyataan di lokasi setelah serangan tersebut, menyebutkan bahwa lebih dari 30 universitas telah menjadi sasaran dalam konflik yang dimulai pada 28 Februari. Dia menambahkan, para ilmuwan Iran telah lama menghadapi ancaman, dengan beberapa profesor di universitas yang sama terbunuh selama periode konflik ini. Kejadian ini menyoroti semakin mendalamnya dampak konflik terhadap dunia pendidikan dan penelitian ilmiah di Iran.

Exit mobile version