Syracusebroadband.org – Perdebatan mengenai Sunni dan Syiah kini menyentuh publik Arab, terutama setelah Iran terlibat dalam konflik baru melawan Israel. Fenomena ini menarik perhatian jurnalis Maroko, Adil Faouzi, yang mencermati bahwa banyak orang Arab Sunni kini mendukung Iran dalam situasi ini. Artikel yang ditulisnya di media internasional menegaskan bahwa dukungan ini muncul ketika Iran melakukan serangan terhadap Israel, sehingga memicu reaksi yang tidak biasa di kalangan masyarakat Sunni.
Faouzi mengamati adanya ironi yang mencolok dalam respons publik Arab, di mana dukungan kepada Iran meningkat saat serangan dilancarkan, meskipun pada saat yang sama, lancaran rudal Iran juga menghantam negara-negara Arab seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi. Di tengah situasi ini, banyak warga Arab Sunni justru menyuarakan solidaritas kepada pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sambil mengecam Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Dalam Negeri Bahrain, Sheikh Rashid bin Abdullah Al Khalifa, memperhatikan absurditas situasi ini dengan mengatakan bahwa mereka yang loyal kepada Teheran harus berpindah ke Iran. Pernyataan ini menyoroti ketegangan antara loyalitas nasional dan sektarian, yang menjadi semakin mencolok dalam perdebatan ini.
Faouzi juga menyebutkan bahwa hubungan kompleks antara Sunni dan Syiah, yang telah terjalin selama ratusan tahun, seakan-akan meledak saat konflik dengan Israel muncul. Pepatah Arab yang menyatakan bahwa musuh internal dapat bersatu saat menghadapi ancaman dari luar mencerminkan dinamika ini. Meskipun selama ini Sunni melawan Syiah, kondisi terkini menunjukkan bahwa keduanya dapat bersatu dalam menghadapi musuh bersama, menciptakan realitas baru yang mencengangkan dalam geopolitik kawasan.
![Arab Sunni Arahkan Dukungan ke Iran Syiah Usai Serangan ke Israel | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/03/ketika-publik-arab-sunni-berbalik-mengeluelukan-iran-syiah-karena-menyerang-israel-wie.jpg)