Site icon syracusebroadband.org

Analis: Dampak Saham Rp1 dan Short Selling pada IHSG Moderat

[original_title]

Syracusebroadband.org – Implementasi batasan harga saham terendah menjadi Rp1 mulai berlaku pada 28 September 2026, berharap dapat memengaruhi dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut M Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, perubahan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap volatilitas IHSG secara keseluruhan dalam jangka pendek.

Nafan menjelaskan bahwa kebijakan ini menciptakan batas bawah baru bagi pergerakan saham, yang dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, terutama pada saham-saham dengan likuiditas tinggi. Dengan adanya transaksi short selling, investor berpotensi mengambil posisi ketika harga saham turun, sehingga meningkatkan fleksibilitas dalam perdagangan.

Mekanisme short selling juga memerlukan perhatian terhadap manajemen risiko. Nafan mengingatkan bahwa transaksi ini memiliki batasan tertentu terkait agunan dan kewajiban pembelian kembali saat rasio aset terhadap posisi short turun di bawah standar. Meski begitu, kebijakan harga terendah menjadi Rp1 relevan untuk saham dengan harga sangat rendah, mengurangi kemungkinan penurunan di bawah nilai tersebut, meskipun volatilitas tetap bisa tinggi.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah, walau perubahan ini tidak langsung membuat IHSG lebih volatile, namun dapat meningkatkan kualitas mekanisme price discovery. Dalam jangka menengah, manajemen risiko dalam short selling diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih efisien dan dua arah. Yang jelas, IHSG tetap akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti saham berkapitalisasi besar, aliran dana asing, kondisi mata uang, dan sentimen global.

Exit mobile version