Syracusebroadband.org – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya industri berbasis digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia mengambil contoh Vietnam, yang mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 9,95 persen pada kuartal III tahun 2026. Airlangga berargumen, untuk mencapai pertumbuhan yang setara, Indonesia perlu fokus pada digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan.
Dalam paparan yang disampaikan di Jakarta, Airlangga menjelaskan bahwa Vietnam berhasil memperluas kawasan ekonomi khusus (KEK) dan memberikan kepastian bagi investor. Saat ini, Vietnam memiliki area KEK seluas dua juta hektare, sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 24.000 hektare. Hal ini menunjukkan bahwa Vietnam berani mengambil langkah lebih agresif dalam menarik investasi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa daya saing Vietnam juga diperkuat melalui berbagai perjanjian dagang internasional yang lebih dahulu ditandatangani dibandingkan Indonesia, termasuk kerja sama dengan Eropa dan Amerika Serikat yang memberikan perlakuan tarif yang lebih baik.
Namun, Airlangga mencatat kekurangan Vietnam dalam hal permintaan pasar domestik. Ini mempengaruhi orientasi ekonomi Vietnam yang lebih mengedepankan ekspor. “Investasi di Vietnam diarahkan untuk mengejar potensi ekspor,” ujarnya.
Sebagai langkah ke depan, Airlangga menyebutkan bahwa penguatan sektor industri, termasuk hilirisasi, menjadi prioritas untuk mendorong kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (GDP) Indonesia. Ia berharap kontribusi tersebut dapat meningkat lebih dari 20 persen. Hal ini dilakukan dengan memfokuskan perhatian pada sektor otomotif, tekstil, dan barang konsumen yang bergerak cepat.
![Airlangga: Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Seperti Vietnam | syracusebroadband.org [original_title]](https://syracusebroadband.org/wp-content/uploads/2026/10/IMG_2044.jpeg)